Proses pemungutan suara calon ketua dan wakil ketua KATASIA periode 2026-2027 di Ruang Opini Lt. 7, Gedung Tempo, Palmerah Barat. Rabu, 3 Juni 2026. (Dok. KORSTE/ Darryl Mujiburahman)
POLITEKNIK TEMPO – Pasangan calon tunggal Thoriq Aliefi Nugroho dan Oktavia Zeta Anjani resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua KATASIA (Ikatan Mahasiswa Produksi Media) periode 2026–2027. Pasangan ini terpilih setelah memperoleh dukungan sebesar 94,3 persen dalam pemungutan suara yang digelar di Ruang Opini Lantai 7 Gedung Tempo, Palmerah Barat, Rabu 3 Juni 2026.
Pemilihan yang dihadiri oleh mahasiswa Produksi Media angkatan 2023 hingga 2025 serta dosen tersebut menjadi bagian dari pesta demokrasi tahunan KATASIA. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemilihan kali ini hanya diikuti satu pasangan calon.

“Dengan mengacu pada ketentuan pemilihan yang telah ditetapkan oleh Panitia Pemilihan dan disepakati bersama, maka menetapkan pasangan saudara Thoriq Aliefi Nugroho sebagai Ketua Dan saudari Oktavia Zeta Anjani sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa KATASIA Program Studi Produksi Media Periode 2026-2027 SAH,” ujar Ketua Program Studi Produksi Media, Rosdiana saat membacakan hasil penetapan.
Sebelum pemungutan suara, pasangan calon memaparkan visi untuk menjadikan Katasia sebagai organisasi yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi dengan berlandaskan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Visi tersebut akan diwujudkan melalui penguatan tata kelola organisasi, perbaikan sistem administrasi, peningkatan kualitas komunikasi internal, serta pengembangan kapasitas anggota.
Dalam pemaparannya, Thoriq menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu dibenahi pada periode mendatang, terutama terkait komunikasi organisasi dan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Saya rasa inti masalahnya ada di komunikasi. Lalu yang selanjutnya itu ada di AD/ART. Kenapa saya masukkan disini? Karena ya itu adalah dasar hukum kita buat bisa menjalankan organisasi dengan baik,” kata Thoriq.
Selain pembenahan internal, pasangan calon juga merancang berbagai program kerja yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Program-program tersebut meliputi pelatihan dan workshop, dukungan terhadap kompetisi akademik maupun non-akademik, studi banding, kunjungan industri, kegiatan sosial, hingga pelaksanaan Festasia yang telah menjadi program unggulan KATASIA.
Wakil Ketua terpilih, Oktavia Zeta Anjani, menjelaskan bahwa rancangan program kerja yang dipaparkan masih bersifat umum dan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja kepengurusan mendatang.
Untuk tiga bulan pertama masa kepengurusan, pasangan terpilih berencana memfokuskan perhatian pada penguatan internal organisasi. Salah satu agenda utama yang akan dilakukan adalah pembahasan ulang AD/ART dengan melibatkan berbagai angkatan, termasuk alumni yang pernah menjabat dalam kepengurusan KATASIA.
Menurut Thoriq, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan setiap perubahan yang dilakukan tetap mempertimbangkan sejarah dan tujuan awal dibentuknya aturan organisasi.
Selain itu, ia juga berencana mengadakan pelatihan mengenai organisasi, kepemimpinan, kesekretariatan, dan persidangan bagi anggota sebelum menerima mahasiswa baru agar kualitas sumber daya organisasi semakin siap. Thoriq juga menyampaikan rencana penerapan sistem evaluasi berbasis indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) bagi anggota yang terlibat dalam kepanitiaan maupun kegiatan organisasi. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan akuntabilitas dan memastikan setiap anggota berkontribusi secara aktif.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Thoriq menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota KATASIA. “Satu hal yang saya bisa ucapkan adalah jabatan ini bukan hal yang menyenangkan. Ini adalah bentuk cobaan sebenarnya. Cobaan untuk saya bisa menjadi amanah, saya bisa bertanggung jawab untuk menjalankan kepercayaan yang kalian berikan sama kita,” ujarnya.
Senada dengan itu, Zeta mengajak seluruh anggota untuk mendukung kepengurusan baru agar berbagai program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal. “Kami berdiri di sini dengan niat yang sama, keinginan yang sama, untuk maju bersama-sama. Jadi, tolong dukungannya teman-teman.” kata Zeta.
Setelah kepengurusan baru terbentuk, KATASIA diharapkan mampu memperkuat fungsi organisasi sebagai wadah pengembangan kompetensi, dan kepemimpinan. KATASIA juga dituntut untuk menjalin kolaborasi dengan banyak pihak dalam mendukung kegiatan akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.
Darryl Mujiburahman



