Sejumlah calon mahasiswa Politeknik Tempo sedang mengikuti tes beasiswa di Laboratorium Multimedia, Sabtu 13 Juni 2026. (Foto: Rachma Tri Widuri)
Jakarta – Politeknik Tempo kembali menyelenggarakan Open House pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Ruang Opini Gedung Tempo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk memperkenalkan lingkungan akademik, sistem pembelajaran, serta berbagai program studi yang dimiliki Politeknik Tempo kepada calon mahasiswa baru dan orang tua. Peserta mendapatkan gambaran mengenai model pendidikan yang mengedepankan praktik, pengalaman industri, dan pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Sejak sekitar pukul 08.30 WIB, peserta mulai melakukan registrasi. Sambil menunggu acara dimulai, peserta disambut dengan penampilan musik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tempo Music Camp (TMC) yang menyanyikan beberapa lagu menghadirkan suasana hangat dan interaktif.
Open House kemudian dibuka oleh pembawa acara Fathan dan Ghea. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Politeknik Tempo, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Sebelum memasuki acara inti, peserta yang mengikuti program seleksi Beasiswa 100 persen diarahkan untuk mengikuti ujian di Laboratorium Multimedia Astra. Peserta diwajibkan membawa telepon genggam dan laptop untuk mendukung pelaksanaan tes.
Setelah pemutaran video profil Politeknik Tempo, Ketua Pengurus Yayasan, Meiky Sofyansyah, menjadi pembicara pertama dalam kegiatan Open House tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Indonesia.
“Saya mengutip data tahun lalu, total jumlah ketenagakerjaan yang tidak terserap dalam industri pasar kerja mencapai sekitar 7,8 juta,” katanya. Menurut Meiky, angka tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan industri agar lulusan memiliki daya saing dan kesiapan kerja yang lebih baik.
Selanjutnya, Wakil Direktur Akademik Politeknik Tempo, M. Nur Hidayat, S.Sos., M.M., membuka pemaparannya dengan menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun berkarier di Tempo. Ia menyampaikan bahwa salah satu alasan dibangunnya Politeknik Tempo adalah keinginan untuk mewariskan pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai profesional yang diperoleh selama bekerja di industri kepada generasi berikutnya. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan teori di ruang kelas, tetapi juga pemahaman mengenai realitas dunia kerja yang sesungguhnya.
Usai sesi sambutan, suasana acara kembali dihidupkan oleh penampilan musik dari UKM TMC yang membawakan satu lagu untuk menghibur para peserta sebelum memasuki sesi pemaparan program studi.
Memasuki sesi inti, sesi pemaparan program studi pertama, peserta diperkenalkan dengan Program Studi Desain Media melalui presentasi yang disampaikan oleh Ketua Program Studi sekaligus Dosen Desain Media, Cindy, S.Sn., M.Ds., bersama mahasiswa Dara Dinanti, S.Tr.Ds. Dalam pemaparannya, Cindy menjelaskan bahwa pembelajaran di Prodi Desain Media menggabungkan berbagai metode, seperti observasi, studi kasus, dan praktik berbasis proyek untuk memperkuat pengalaman belajar mahasiswa. Mahasiswa juga berkesempatan menampilkan karya mereka melalui berbagai pameran dan proyek kolaboratif.
Pada sesi testimoni, Dara Dinanti membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Prodi Desain Media. Ia menjelaskan bahwa fasilitas pembelajaran yang tersedia serta kurikulum yang terus mengikuti perkembangan industri kreatif membantu mahasiswa untuk belajar secara lebih optimal.
Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional (MPI), Dr. Ardriansyah, S.Kom., M.M., bersama alumni MPI, Poppy Shakafariz, S.Tr.M. Dalam pemaparannya, Ardriansyah menjelaskan berbagai program pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, mulai dari praktikum industri, kunjungan industri, hingga berbagai kegiatan yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja.
Dalam sesi testimoni, Poppy Shakafariz membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Prodi MPI. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan kunjungan industri dan praktikum industri memberinya wawasan yang lebih luas mengenai dunia profesional serta membantu membangun kesiapan kerja sejak masa kuliah.
“Kunjungan industri bisa mengantarkan aku sampai ke tempat kerja sekarang di Maximum ID. Pengalaman dari praktikum industri juga menjadi bekal yang bisa aku ceritakan saat wawancara kerja, sehingga akhirnya mendapatkan kesempatan magang Merdeka,” ujar Poppy.
Sesi pemaparan program studi ditutup oleh Wakil Direktur Non Akademik Politeknik Tempo, Rachma Tri Widuri, S.Sos., M.Si., yang mewakili Program Studi Produksi Media, bersama alumni Produksi Media, Darling Adamson Siregar, S.Tr.I.Kom. Dalam pemaparannya, Rachma menjelaskan bahwa Prodi Produksi Media dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan dunia industri melalui berbagai kegiatan praktik, proyek, serta kunjungan ke berbagai perusahaan media dan lembaga profesional.
Dalam sesi testimoni, Darling Adamson Siregar atau yang akrab disapa Regar membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan di Politeknik Tempo. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan kunjungan industri yang rutin dilakukan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dunia kerja, mulai dari stasiun televisi hingga perusahaan media. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang berharga saat memasuki dunia profesional.
Regar juga menceritakan perjalanan kariernya setelah lulus dari Politeknik Tempo. Ia pernah bekerja sebagai pramugara di Garuda Indonesia sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri karena ingin lebih dekat dengan keluarganya. Saat ini, ia berkarier sebagai Small Business Relationship Manager di Bank BRI.
Menurut Regar, salah satu hal yang paling berkesan selama berkuliah di Politeknik Tempo adalah jaringan relasi yang dibangun melalui kampus. Ia menilai kedekatan Politeknik Tempo dengan industri serta para dosen yang merupakan praktisi profesional memberikan mahasiswa kesempatan untuk memperluas koneksi dan mengenal banyak pihak yang dapat mendukung perkembangan karier mereka di masa depan.
Menjelang penutupan acara, Tempo Music Camp (TMC) kembali menghibur peserta melalui penampilan musik yang menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Rangkaian Open House kemudian ditutup dengan sesi konsultasi, di mana calon mahasiswa serta orang tua dapat berinteraksi langsung dengan dosen dan tim kampus untuk memperoleh informasi lebih mendalam mengenai perkuliahan di Politeknik Tempo.
Open House ini diharapkan menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat Politeknik Tempo, mulai dari sistem pembelajaran, fasilitas, hingga peluang pengembangan karier yang ditawarkan. Melalui kegiatan ini, Politeknik Tempo terus berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta mampu mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional.
Oktavia Zeta Anjani



