
JAKARTA, 3 Juli 2026 — Keyone Creative Company sukses menyelenggarakan konferensi pers dan pemutaran perdana film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan di Ruang Opini, Politeknik Tempo. Film yang diproduksi oleh Purnama Production House, rumah produksi yang dibentuk oleh mahasiswa Program Studi Produksi Media Semester 4 Angkatan 2024 Politeknik Tempo, mengangkat fenomena penggunaan ondel-ondel sebagai sarana mengamen di jalanan Jakarta serta dinamika yang muncul di antara upaya pelestarian budaya Betawi dan kebutuhan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada praktik tersebut.
Melalui pendekatan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi aktivitas keseharian para pelaku, Antara Panggung dan Jalanan menghadirkan berbagai perspektif, mulai dari pemerintah sebagai regulator, budayawan, pengrajin ondel-ondel, hingga para pengamen yang terdampak langsung oleh kebijakan penertiban. Film ini tidak ditujukan untuk menempatkan satu pihak sebagai pihak yang benar ataupun salah, melainkan membuka ruang refleksi mengenai bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat yang hidup dari kesenian tersebut.
Dalam sesi konferensi pers, Sutradara Antara Panggung dan Jalanan, Muhammad Rafly Ramadhan, menyampaikan bahwa film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai isu yang diangkat.
“Harapan kita bukan sekadar agar film ini ditonton, tetapi menjadi awal dari diskusi yang lebih luas. Ondel-ondel perlu tetap dijaga sebagai warisan budaya Betawi, namun di saat yang sama kita juga perlu memikirkan solusi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari kesenian tersebut. Mudah-mudahan film ini bisa menjadi pemantik dialog dan kolaborasi antar berbagai pihak.”
Sementara itu, Produser film Alifia Muthiah Ramadhani menyampaikan bahwa proses produksi dokumenter ini menjadi pengalaman untuk memahami persoalan dari berbagai sudut pandang melalui riset dan observasi langsung di lapangan.
“Film ini lahir dari proses yang panjang, mulai dari riset, turun langsung ke lapangan, hingga berdialog dengan berbagai narasumber yang memiliki sudut pandang berbeda. Kami berharap apa yang kami hadirkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu membuka ruang diskusi dan memberikan pemahaman bahwa setiap persoalan selalu memiliki banyak sisi yang perlu dipahami bersama.”
Selain pemutaran film, konferensi pers juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab bersama media, akademisi, serta audiens. Diskusi membahas berbagai isu terkait pelestarian budaya Betawi, kebijakan publik, dan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat yang menggantungkan hidup pada kesenian ondel-ondel.
Melalui kegiatan ini, Keyone Creative Company bersama Purnama Production House berharap Antara Panggung dan Jalanan dapat menjadi media edukasi sekaligus ruang dialog yang mendorong lahirnya pemahaman baru mengenai pelestarian budaya Betawi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Tentang Keyone Creative Company
Keyone Creative Company merupakan agensi komunikasi kreatif yang berfokus pada pengelolaan media relations, publikasi, dan strategi komunikasi. Dalam peluncuran film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan, Keyone Creative Company bertindak sebagai mitra komunikasi resmi yang mendukung penyebarluasan informasi guna meningkatkan jangkauan serta dampak pesan kepada media dan publik.
Tentang Purnama Production House
Purnama Production House merupakan rumah produksi yang dibentuk oleh mahasiswa Program Studi Produksi Media Semester 4 Angkatan 2024 Politeknik Tempo. Rumah produksi ini berfokus pada pengembangan karya dokumenter yang mengangkat isu sosial, budaya, dan kemanusiaan melalui pendekatan yang berbasis riset dan observasi lapangan.
Kontak Media
Aisyah Sarah Madyana Fario
Head of Media Relations – Keyone Creative Company
Email: aisyahsarah@gmail.com
WhatsApp: +62 878-3381-6000





