Film “Antara Ingatan dan Pengabaian” Angkat Makna Aksi Kamisan Lewat Dokumenter

Peneliti film dokumenter “Antara Ingatan dan Pengabaian” Abdul Malik Hanif Ibrahim (kanan), produser Rafli Rifqi Widianto (tengah), dan sutradara Jingga Gita Cahyani (kiri) menjadi pembicara dalam sesi diskusi usai pemutaran perdana film dokumenter Antara Ingatan dan Pengabaian di Ruang Opini, Politeknik Tempo, Jakarta, Kamis (2/7). Diskusi membahas proses kreatif produksi film serta makna Aksi Kamisan sebagai simbol perjuangan masyarakat sipil dalam menuntut penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM). (Foto: Dok. Pinnacle Agency)

POLITEKNIK TEMPO – Pinnacle Agency bersama rumah produksi V.O.I.D House menggelar konferensi pers dan pemutaran perdana film dokumenter Antara Ingatan dan Pengabaian di Ruang Opini, Politeknik Tempo, Jakarta, Kamis (2/7). Dokumenter tersebut mengangkat Aksi Kamisan sebagai simbol perjuangan masyarakat sipil dalam menuntut penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sekaligus menjadi ruang dialog publik untuk menyuarakan keadilan dan menjaga ingatan kolektif terhadap para korban pelanggaran HAM. 

Film ini lahir sebagai ruang refleksi publik terhadap berbagai pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia. Melalui dokumenter tersebut, tim produksi ingin mengajak masyarakat memahami bahwa berbagai peristiwa pelanggaran HAM merupakan bagian dari sejarah bangsa yang perlu diingat agar tidak terulang pada masa mendatang. Film ini juga mengusung pesan “Lupa adalah kekerasan kedua” sebagai pengingat akan pentingnya menjaga ingatan kolektif. 

Peneliti film, Abdul Malik Hanif Ibrahim, mengusulkan Aksi Kamisan sebagai tema dokumenter. Selama proses produksi, tim V.O.I.D House yang sebelumnya belum banyak memahami makna di balik aksi tersebut mulai mengenal sejarah, nilai, dan perjuangan yang dibawa Aksi Kamisan melalui riset, observasi lapangan, serta wawancara dengan akademisi Universitas Indonesia dan sejumlah narasumber lainnya. 

Dalam konferensi pers, tim produksi menjelaskan bahwa Aksi Kamisan bukan sekadar aksi rutin yang digelar setiap Kamis, melainkan simbol perjuangan korban dan keluarga korban pelanggaran HAM dalam menuntut keadilan serta penyelesaian berbagai kasus yang belum terselesaikan. Melalui pendekatan dokumenter, film ini berupaya menghadirkan pemahaman mengenai makna aksi tersebut dari berbagai sudut pandang sehingga dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat. 

Selain pemutaran film, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim produksi. Pinnacle Agency dan V.O.I.D House berharap Antara Ingatan dan Pengabaian dapat memperluas ruang dialog publik mengenai isu HAM, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ingatan kolektif, serta mendorong lahirnya kepedulian terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan. 

Fiola Paramita Santoso

share it
Facebook
Twitter
LinkedIn
Reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *