
Jakarta, 26 Oktober 2026 — Pameran desain media bertajuk Paradism (Pameran Karya Desain Media) diselenggarakan di lobi lantai 7 Politeknik Tempo pada Senin (26/10/2026). Pameran ini menjadi wadah bagi mahasiswa Desain Media angkatan 2024 dan 2025 untuk menampilkan karya serta hasil tugas selama proses pembelajaran. Acara berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang menarik perhatian pengunjung.
Pembukaan Paradism diawali dengan pertunjukan palang pintu yang mengangkat tradisi Betawi melalui perpaduan pantun, humor, dan interaksi yang menghibur. Akhtar Sabih Hidayat, mahasiswa Desain Media angkatan 2024 sekaligus penanggung jawab acara Palang Pintu, menjelaskan bahwa tema Betawi dipilih untuk mempersempit tema awal, yaitu “Yang Muda yang Berkarya”, agar lebih spesifik.
“Sebenarnya dari awal itu temanya yang muda yang berkarya. Cuma menurut gue tuh terlalu general, terlalu luas. Makanya gue berpikir kayaknya harus memperkecil lagi temanya. Makanya gue ngangkat Betawi untuk tema kali ini, khususnya Palang Pintu,” ujar Akhtar.
Dalam persiapannya, panitia melibatkan mahasiswa yang memiliki pengalaman di Sanggar Betawi. Akhtar menjelaskan bahwa unsur humor dalam pertunjukan tidak hanya bergantung pada naskah, tetapi juga pembawaan para pemain. “Skrip ada, cuma kan yang bikin lucu ya mungkin pembawaan kali ya,” ia menambahkan.
Setelah pembukaan, pengunjung dapat menikmati berbagai karya mahasiswa yang menunjukkan kreativitas dan keterampilan dalam bidang desain media. Pameran ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil pembelajaran mereka sekaligus memperoleh apresiasi dari pengunjung.

Salah satu pengunjung, Angeliya Aminah Nontah, mahasiswa Desain Media angkatan 2026, mengungkapkan bahwa Paradism memberikan wawasan baru mengenai desain media dan komunikasi visual. Ia tertarik dengan berbagai karya unik yang ditampilkan serta terinspirasi untuk terus mengembangkan kreativitasnya.
“Ya, tentu saja itu menambah wawasan aku banget. Terus aku juga jadi tahu ada beberapa desain yang unik-unik banget,” ungkap Angeliya. Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari proses pembuatan karya tersebut dan terinspirasi untuk terus berkarya.
Sepanjang acara, suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Paradism tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi ruang apresiasi dan inspirasi bagi mahasiswa serta pengunjung. Melalui Paradism, mahasiswa Desain Media diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta saling menginspirasi melalui karya-karya yang dihasilkan.
KALILA AMIRA





