
JAKARTA, 27 Juni 2026 – Maraknya penggunaan ondel-ondel sebagai sarana mengamen di jalanan Jakarta memunculkan perdebatan mengenai pelestarian budaya Betawi dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Isu tersebut menjadi fokus dalam film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan karya Purnama Production House, rumah produksi yang dibentuk oleh mahasiswa Program Studi Produksi Media Semester 4 Angkatan 2024 Politeknik Tempo. Film dokumenter ini akan diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers dan pemutaran khusus pada 2 Juli 2026 di Politeknik Tempo.
Disutradarai oleh Muhammad Rafly Ramadhan dan diproduseri oleh Alifia Muthiah Ramadhani, film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan menghadirkan perspektif dari berbagai pihak yang terlibat dalam fenomena pengamen ondel-ondel di Jakarta, mulai dari pemerintah sebagai regulator, budayawan, hingga para pengamen jalanan yang terdampak langsung oleh kebijakan penertiban.
Film ini tidak berupaya menghakimi pihak mana pun, melainkan menjadi ruang refleksi dan dialog yang menghadirkan berbagai sudut pandang mengenai hubungan antara pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat. Melalui observasi serta wawancara lapangan, dokumenter ini mendorong lahirnya pemahaman bahwa pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kehidupan para pelakunya.
Menjelaskan gagasan utama film tersebut, Sutradara Antara Panggung dan Jalanan, Muhammad Rafly Ramadhan, mengatakan:
“Melestarikan sebuah budaya tidak akan pernah berhasil jika para pelakunya tidak sejahtera. Kebijakan yang melarang ondel-ondel untuk mengamen di jalanan demi menjaga ‘kesakralan budaya’ justru mematikan sumber penghidupan masyarakat kecil yang bergantung padanya. Hal ini menunjukkan bahwa penghargaan terhadap budaya harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap nasib manusia di baliknya,” ucapnya.
Konferensi pers ini diharapkan menjadi wadah bagi media, akademisi, dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses kreatif di balik produksi film sekaligus mendiskusikan isu budaya dan sosial yang diangkat. Melalui dukungan komunikasi pada konferensi pers dan publikasi film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan, Keyone Creative Company berharap kegiatan ini dapat membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai pelestarian budaya Betawi secara inklusif dan berkelanjutan.
Tentang Keyone Creative Company
Keyone Creative Company merupakan agensi komunikasi kreatif yang bergerak di bidang media relations, strategi publikasi, dan manajemen komunikasi. Agensi ini mendukung berbagai proyek kreatif, termasuk film, seni, dan kegiatan edukatif, melalui perencanaan komunikasi yang terintegrasi agar pesan dapat tersampaikan secara efektif kepada media dan publik. Dalam setiap proyek, Keyone Creative Company mengedepankan pendekatan yang profesional, kolaboratif, serta berbasis riset untuk membangun hubungan yang positif antara klien, media, dan masyarakat. Pada peluncuran film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan, Keyone Creative Company bertindak sebagai mitra komunikasi resmi yang mengelola konferensi pers, publikasi media, dan penyebarluasan informasi kepada publik.
Tentang Purnama Production House
Purnama Production House merupakan rumah produksi yang dibentuk oleh mahasiswa Program Studi Produksi Media Semester 4 Angkatan 2024 Politeknik Tempo. Rumah produksi ini berfokus pada pengembangan karya dokumenter yang mengangkat isu sosial, budaya, dan kemanusiaan melalui pendekatan riset, observasi lapangan, serta storytelling yang faktual. Melalui setiap karya, Purnama Production House berkomitmen menghadirkan film yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun ruang dialog dan meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan sosial. Film dokumenter Antara Panggung dan Jalanan menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut dengan mengangkat isu pelestarian budaya Betawi dan realitas kehidupan para pelaku seni jalanan.
Kontak Media:
Aisyah Sarah Madyana Fario
Head of Media Relations
Email: media.thekey1@gmail.com
WhatsApp: +62 878-3381-6000





