
JAKARTA — Film pendek ON AIR karya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Film Netra Politeknik Tempo meraih juara tiga dalam ajang VOCREATION 2026. Pengumuman pemenang pada 16 Oktober 2026 itu menjadi capaian bagi tim yang mengangkat kehidupan penyandang tunarungu lewat film berdurasi 10 menit.
VOCREATION 2026 diselenggarakan Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) dengan tema Engineering Voices, Creating Impact. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa Politeknik Tempo untuk mengembangkan kreativitas melalui sejumlah kategori lomba, termasuk film pendek.
ON AIR mengisahkan seorang anak perempuan penyandang tunarungu yang tumbuh bersama kakak laki-lakinya. Di tengah keluarganya sendiri, ia justru merasa sunyi. Ada perasaan yang ingin ia sampaikan dan perhatian yang ia harapkan, tetapi kehadirannya seolah luput dari orang-orang terdekat sehingga ia perlahan merasa terasing. Lewat kisah itu, film ini menggambarkan mereka yang bukan tidak memiliki suara, melainkan kerap tidak diberi ruang untuk didengar.
Gagasan film bermula dari tafsir tim atas tema kompetisi. Penulis naskah, Muhammad Ezra Gazza Aziz, mengembangkannya menjadi cerita tentang pentingnya mendengarkan kelompok yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Melalui cerita tersebut, tim berupaya menghadirkan perspektif tentang kehidupan penyandang tunarungu sekaligus mengajak penonton lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Film ini dikerjakan selama kurang lebih tiga minggu, mulai dari praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Pengambilan gambar rampung dalam waktu sekitar 10 jam. Dalam rentang sesingkat itu, sutradara Fajar Adyanata Putra Mirza dan tim harus menyatukan beragam ide menjadi satu karya. Perbedaan pemikiran selama proses kreatif dikelola melalui komunikasi dan koordinasi agar setiap unsur produksi tetap sejalan dengan konsep cerita.
Adyanata bertindak sebagai sutradara, sedangkan Muhammad Ezra Gazza Aziz menulis naskah. Ihsan Abdul Kholiq menjadi asisten sutradara pertama dan Firman Malik Aziz bertugas sebagai editor. Bagian artistik dikerjakan Oktavia Zeta Anjani, Jasmine Kay Fatimah, dan Ratu Ayla Syifa Kamila bersama anggota tim lainnya.

Tim menyambut juara tiga ini dengan rasa senang dan bangga. Menurut Adyanata, hasil tersebut bukan sekadar kemenangan, melainkan buah kerja keras dan proses kreatif yang dilalui bersama. Ini juga bukan kali pertama karya mereka meraih juara.
“Pastinya kami senang dan bangga bisa meraih juara tiga. Apalagi, sebelumnya film kami juga pernah mendapatkan juara. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi tim, dan apresiasi dari UKM serta kampus juga berarti bagi kami. Menurut saya, kerja sama tim menjadi faktor penting karena film ini tidak mungkin terwujud tanpa kontribusi seluruh anggota,” ujar Adyanata.
Melalui ON AIR, UKM Film Netra mengangkat pesan tentang empati, inklusivitas, dan kesediaan mendengarkan suara setiap individu.
NAJWA LAILY MAY ASSYAFA




