RevoSync Summit 2026: Upaya Mahasiswa Politeknik Tempo Menjembatani Etos Kerja Lintas Generasi

Sesi foto bersama (Depan dan berdiri dari kiri ke kanan) Rosdiana, Armanto Joedono, Enrico Jonathan, Rizki Ayu Budipratiwi. Dalam RevoSync Summit “Menelusuri Revolusi, Menjembatani Generasi”.  (Dok. Kyroevent/ Ihsan Abdul Kholiq)

Jakarta – Mahasiswa Program Studi Produksi Media 2025 Politeknik Tempo sukses menyelenggarakan RevoSync Summit bertema “Menelusuri Revolusi, Menjembatani Generasi” pada Rabu (21/01/2026) di Ruang Opini, Politeknik Tempo Jakarta. Acara yang digarap oleh Kelompok Mesin Waktu ini bertujuan untuk menyelaraskan nilai kerja konvensional dengan dinamika dunia digital melalui diskusi interaktif dan pameran karya lintas kelompok.

Hadir sebagai narasumber utama, Armanto Joedono selaku HRD Manager PT Tempo Inti Media Tbk mewakili perspektif praktisi senior, serta Enrico Jonathan, Creative Lead dari kanal edukasi Kok Bisa, yang mewakili generasi content creator. Diskusi ini dimoderatori oleh mahasiswa untuk menguji relevansi standar mutu, etika kecerdasan buatan (AI), serta solusi teknologi yang ditawarkan generasi muda saat ini.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, S.P., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi antara teori dan praktik di era industri digital. RevoSync Summit tidak hanya berfungsi sebagai seminar, tetapi juga menjadi panggung showcase bagi mahasiswa untuk memamerkan implementasi nilai-nilai kerja dalam berbagai format kreatif.

Dalam upaya memotivasi para profesional di era industri yang dinamis, HRD Manager PT Tempo Inti Media Tbk, Armanto Joedono, menyoroti satu faktor krusial di balik kesuksesan individu dalam berorganisasi: kepercayaan diri terhadap kompetensi pribadi.

Menurut Armanto, aspek mentalitas seringkali menjadi pembeda antara mereka yang sekadar bekerja dengan mereka yang mampu memberikan dampak nyata bagi perusahaan. Beliau menekankan bahwa kemajuan karir berawal dari pola pikir internal yang kuat.

Potret Armanto Joedono. Dalam workshop RevoSync Summit (Dok. Korste / Darryl Mujiburahman)

“Kunci keberhasilan bermula dari keyakinan seseorang bahwa mereka dapat melakukan sesuatu dengan kemampuannya sendiri,” ujar Armanto dalam sebuah sesi bincang diacara  tersebut

.Menanggapi ujaran Armanto, Enrico melanjutkan bahwa Industri konten edukasi terus berkembang seiring dengan pergeseran demografi kreator dan audiens. Menanggapi dinamika ini, Enrico Jonathan, Creative Lead dari kanal edukasi populer Kok Bisa, menekankan pentingnya memahami perbedaan karakter setiap generasi dalam lingkungan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Enrico menyoroti bagaimana setiap kelompok usia—mulai dari Baby Boomers hingga Gen Alpha—memiliki pendekatan yang unik terhadap pekerjaan. Menurutnya, perbedaan ini bukanlah sebuah kendala, melainkan keragaman cara pandang. “Setiap etos kerja pada setiap perbedaan generasi juga berbeda, mulai dari Baby Boomers, Gen X, Gen Y, Gen Z bahkan hingga sekarang generasi yang terakhir muncul yakni Gen Alpha. Itu bukanlah suatu masalah, karena setiap generasi punya caranya masing-masing,” ujar Enrico.

Puncak acara dimeriahkan dengan penampilan karya dari 12 kelompok mahasiswa. Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari film pendek berjudul “Di Ambang Otomasi” karya Neorise Studio dan “Al Adalah Teman” karya MPI Gacor, hingga proyek berbasis teknologi seperti pengembangan Software AI oleh kelompok MPI Khabyur. Selain itu, terdapat pula paparan hasil riset berupa survei, infografis, video wawancara, dan eksperimen sosial yang menyoroti transformasi nilai di ekosistem digital.

Kegiatan yang berlangsung selama empat setengah jam ini ditutup dengan sesi foto bersama dan kata penutup dari perwakilan dosen, Rizki Ayu Budipratiwi, S.Sos., M.I.Kom.. Melalui RevoSync Summit, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara ketekunan warisan industri terdahulu dengan kreativitas tanpa batas generasi digital masa depan.

Jasmine Kay Fatimah dan Usman Abubakar Zaelany

share it
Facebook
Twitter
LinkedIn
Reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *