
Jakarta — Politeknik Tempo menggelar kegiatan Open House sebagai sarana pengenalan kampus kepada calon mahasiswa dan masyarakat umum, yang berlangsung di Gedung Tempo, Lt. 6-7 pada 13 Desember 2025. Kegiatan ini diisi dengan pemaparan visi pendidikan vokasi, profil program studi, testimoni mahasiswa, konsultasi prodi, hingga campus tour.
Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, S.P., M.M., membuka sesi dengan menjelaskan filosofi logo Politeknik Tempo. “Logo ini kalau dilihat dari atas bentuknya kaya intan, semakin diasah semakin mahal,” ujarnya. Logo tersebut juga sekaligus sebagai simbol proses pembentukan mahasiswa agar siap terjun ke dunia profesional. Ia juga memaparkan legalitas Politeknik Tempo serta komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dalam pemaparannya, Shalfi menekankan perbedaan antara kampus vokasi dan nonvokasi. Menurut dia, pendidikan vokasi di Politeknik Tempo dirancang untuk memperbesar peluang magang dan kolaborasi dengan industri. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program magang, termasuk pengembangan magang luar negeri ke Jepang, Taiwan, Korea, dan China. Untuk mendukung program tersebut, Politeknik Tempo menyiapkan tim khusus yang membekali mahasiswa dengan pemahaman bahasa dan budaya negara tujuan.
Selain aspek akademik, Shalfi juga memperkenalkan fasilitas kampus yang unik, di mana setiap ruang memiliki nama yang diambil dari rubrik khas Tempo seperti Caping, Opini, Nasional, dan Seni. Fasilitas penunjang lainnya meliputi studio podcast, lab komputer, dan perpustakaan. Ia turut menjelaskan sistem pembelajaran yang telah terdigitalisasi melalui Sevima dan Google Education, dengan pemberian akun Gmail dan Google Drive berkapasitas 1 terabyte bagi setiap mahasiswa yang aktif hingga satu tahun setelah lulus. Kemudahan akses kampus yang dapat dijangkau transportasi umum juga menjadi salah satu keunggulan yang disampaikan.
Acara semakin semarak dengan penampilan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Tempo Music Camp (TMC). Muhammad Rizqi Iman Aviv, mahasiswa Manajemen Pemasaran Internasional (MPI) Angkatan 2022 dan Josephine Bianca Vederova Silaen, Mahasiswi Produksi Media Angkatan 2024 tampil membawakan lagu Berharap Tak Berpisah. Kegiatan kemudian berlanjut ke pemaparan masing-masing program studi.

Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional (MPI), Dr. Ardiansyah, S.Kom., M.M., menjelaskan bahwa proses pembelajaran di prodi MPI dirancang tidak monoton, melainkan beragam melalui praktik industri, kuliah umum, magang, dan kunjungan industri. Mahasiswa MPI Angkatan 2023, Nathanael Bagaskara, membagikan pengalamannya menjual majalah langsung ke agen buku di Jakarta serta mengikuti kunjungan industri ke perusahaan seperti Tokio Marine. Ia juga menyoroti kegiatan bonding yang mempererat hubungan dosen dan mahasiswa. Menurutnya, kepedulian dosen di Politeknik Tempo sangat baik dan mudah dihubungi kapan pun dibutuhkan. Bagas turut menceritakan usaha event organizer yang ia kelola, membuktikan bahwa mahasiswa Politeknik Tempo mampu membangun usaha sejak masih berkuliah.

Kemudian, MC memandu para peserta mengikuti sesi ice breaking melalui Tempower Dance, sebuah tarian energik untuk membangkitkan semangat dan mencairkan suasana. Gerakan dinamis dalam tarian ini mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif, menciptakan atmosfer yang lebih hidup dan interaktif. Tempower Dance sendiri merupakan gagasan kreatif dari mahasiswi Program Studi Produksi Media angkatan 2023, Alifah Olivia dan Cintia Carla Ardiyan yang menjadi tugas mata kuliah Program Produksi Audio.
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Desain Media, Cindy S.Sn., M.Ds., bersama Mahasiswi Desain Media Angkatan 2023, Rilya Nadha Agustin. Cindy menjelaskan pilar pembelajaran Desain Media yang meliputi blended learning, observation, case study, dan praktik berbasis proyek. Prodi ini juga rutin menggelar pameran sebagai wadah karya mahasiswa melalui kegiatan seperti GoSkills dan Paradism. Selain itu, mahasiswa Desain Media terlibat dalam kolaborasi mural dengan yayasan dan sekolah sebagai bentuk kontribusi sosial. Profil lulusan Desain Media meliputi tipografer, storyboard artist, komikus, fotografer, content creator, dan copywriter.
Dalam sesi testimoni, Nadha mengungkapkan ketertarikannya masuk Politeknik Tempo karena hobi yang kuat di bidang desain. Ia menceritakan pengalamannya membuat infografis yang dibimbing langsung oleh praktisi industri Tempo. Menurutnya, kemampuan menggambar dapat dilatih, namun dedikasi dalam mengerjakan tugas menjadi kunci utama karena berpengaruh pada reputasi mahasiswa maupun nama baik kampus.

Ketua Program Studi Produksi Media, Rosdiana, S.Sos., M.Si., bersama Rafif Ahmad Saputro, Mahasiswa Produksi Media Angkatan 2024 memaparkan keunggulan Prodi Produksi Media yang mencakup praktik industri, kunjungan industri, project based learning, dosen tamu, magang mitra, serta sistem pembelajaran terintegrasi melalui LMS. Rafif membagikan pengalamannya saat kunjungan industri ke studio TV One, di mana ia menyaksikan langsung proses persiapan hingga pembawaan berita. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2024, Prodi Produksi Media berhasil meraih hibah Kedaireka Kemendikbudristek dan memproduksi film Aku Bukan Pilihan yang tayang di Genflix. Dalam segmen prestasi, Rafif mengisahkan keberhasilannya meraih juara 2 di ajang lomba Go-Pro Public Speaking berkat dukungan dosen.

Menutup rangkaian acara, Ketua Yayasan Rumah Edukasi Tempo, Meiky Sofyansyah, menjelaskan latar belakang berdirinya Politeknik Tempo yang berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya lulusan sarjana yang belum siap terjun ke dunia kerja. Menurut Meiky, Politeknik Tempo hadir dengan konsep not only talking but doing, belajar bersama dan tumbuh bersama untuk menciptakan nilai yang lebih bermakna. Kegiatan Open House diakhiri dengan campus tour serta sesi konsultasi, yang memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk berdialog langsung dengan dosen dan tim administrasi mengenai program studi dan sistem perkuliahan di Politeknik Tempo.
DARRYL MUJIBURAHMAN
