
Korste (Komunitas Pers Politeknik Tempo) bersama Love Frankie berkolaborasi dalam kegiatan cek fakta bersama para konten kreator yang tergabung pada Trusted Creator Lab bertempat di Perpustakaan Politeknik Tempo pada Kamis, 16 Oktober 2025.
POLITEKNIK TEMPO – Korste (Komunitas Pers Politeknik Tempo) bersama Love Frankie berkolaborasi dalam kegiatan cek fakta bersama para kreator konten yang tergabung pada Trusted Creator Lab. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Trusted Creators Lab yang diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara, meliputi Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Pelatihan yang diikuti oleh kreator konten bertujuan untuk memperkuat literasi digital terutama dalam penyebaran informasi, diadakan di ruang perpustakaan Politeknik Tempo, Kamis, 16 Oktober, Jakarta Selatan.
Rachma Tri Widuri Wakil Direktur Politeknik Tempo Bidang Non Akademik dan Kerjasama dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Love Frankie, TikTok dan Temasek, karena mempercayai Korste untuk menjadi salah satu rangkaian Trusted Creators lab. Rachma juga mengajak para Kreator Konten Digital untuk bersatu, bertukar ide, dan tumbuh bersama lewat kolaborasi di acara tersebut. “Izinkan saya untuk mengutip pernyataan inspiratif dari Benjamin Franklin: “Tell me and I forget. Teach me and I remember. Involve me and I learn,” kata Rachma.
Diastika Rahwidiati Senior Account Director Love Frankie, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Politenik Tempo, karena telah memberikan ruang bagi Love Frankie untuk menyelenggarakan kegiatan ini. “Pastinya terima kasih juga kepada teman-teman Korste yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan nanti akan berbagi cerita dalam melakukan pengecekan fakta,” ujar Dias.
Agenda kegiatan dibuka dengan perkenalan Korste yang diwakilkan oleh Olivia mahasiswi semester 5, Jingga mahasiswi semester 3, dan Khatarina mahasiswi semester 7. Mereka membagikan pengalaman dalam menangani kasus misinformasi, baik di lingkungan kampus maupun melalui kegiatan lintas negara seperti Korste X Annie Lab di Vietnam. Para anggota Korste turut menguraikan strategi pemeriksaan fakta yang diterapkan oleh pers mahasiswa dalam merespons maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
Sesi selanjutnya Kreator Konten Digital diajak berkolaborasi bersama anggota Korste untuk menganalisis contoh kasus nyata. Dalam sesi ini, para kreator belajar mengidentifikasi sumber informasi, memverifikasi data, dan menyusun hasil pemeriksaan yang dapat diolah menjadi konten media sosial edukatif. Dennis Guido (@naktekpang) selaku kreator TikTok yang bergerak di bidang edukasi, bersama tim nya menemukan fakta dari isu yang ditelusuri, “Ada 2 claim dalam video ini Protein ketemu gula dan dimasak pada suhu 70° dapat memicu reaksi maillard reaction yang dapat menghasilkan Akrilamida di dalam tubuh manusia dan Akrilamida dapat memicu kanker pada manusia.” Dennis juga menambahkan bahwa, isu tersebut belum belum bisa disimpulkan akurat atau tidak.
Kegiatan dilanjutkan dengan peserta mengikuti tur kampus dan ruang redaksi Tempo. Mereka diajak melihat langsung proses kerja tim cek fakta Tempo, ruang redaksi, serta fasilitas produksi multimedia yang digunakan dalam mendukung kegiatan jurnalistik modern. Dalam sesi ini, Ika Ningtyas, Inge Clara Safitri dan beberapa Koordinator Tim Cek Fakta Tempo lainnya, menjabarkan alur kerja mereka dalam memverifikasi isu yang beredar di masyarakat.
Setelah istirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog bersama alumni Asia Journalism Fellowship (AJF) bertema “Newsroom Meets Creators: Building Credibility Together.” Dalam sesi ini, Anton Septian alumni AJF dari Tempo berbagi pengalaman menjaga kredibilitas di era digital. Sesi ini juga dilengkapi dengan diskusi mengenai kolaborasi antara jurnalis profesional dan kreator konten untuk membangun ekosistem informasi yang lebih sehat dan terpercaya. “Para content creator juga bisa berpotensi menjadi homeless media, seperti yang dilakukan oleh Hugo Travers seorang content creator asal Prancis,” kata Anton.
Pada sesi refleksi dan diskusi kelompok, para peserta diajak untuk membahas kembali pembelajaran hari itu dan berbagi insight terkait strategi menciptakan konten edukatif yang faktual. Mereka juga menyusun ide kolaborasi konten sebagai langkah konkret menghadapi tantangan disinformasi di media sosial.
Kegiatan ditutup dengan sesi berjejaring, di mana peserta dan penyelenggara saling bertukar ide, membangun relasi, serta membahas potensi kerja sama lanjutan dalam jaringan Trusted Creators Lab di Indonesia. Acara resmi berakhir pukul 16.00 WIB. Melalui kegiatan ini, Love Frankie berharap kolaborasi antara kreator dan jurnalis muda dapat memperkuat kemampuan publik dalam memilah informasi, bijak sebagai pengguna media sosial serta memperluas gerakan melawan misinformasi berbasis komunitas.
OKTAVIA ZETA ANJANI
