
Jakarta – Sekitar 40 siswa SMAN 12 Jakarta melaksanakan kegiatan Campus & Industry Visit ke Politeknik Tempo dan Tempo Media Grup dengan tujuan untuk mengenal dunia perkuliahan sekaligus mendalami dasar-dasar ilmu jurnalistik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Maret 2026 dan berlangsung selama sekitar 2 jam.
Acara berjalan dengan sangat interaktif dan dikemas dengan serangkaian acara yang menarik, seperti pengenalan profil kampus, pemaparan materi jurnalistik, hingga diskusi langsung dengan dosen praktisi.Setelah dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Politeknik Tempo, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Direktur Bidang Non Akademik dan Kerja Sama Politeknik Tempo, Rachma Tri Widuri.
Dalam sambutannya, Rachma yang juga jurnalis ini memperkenalkan bahwa Politeknik Tempo sudah berdiri sejak 2021 dan memiliki tiga program studi, yaitu Produksi Media, Desain Media, dan Manajemen Pemasaran Internasional, khusus pada prodi Produksi Media yang berfokus pada jurnalistik. Lalu Rachma juga menjelaskan bahwa Politeknik Tempo memiliki sistem belajar yang menerapkan 60% praktik dan 40% teori dengan total 144 SKS dan tugas akhir yang fleksibel (dapat berupa skripsi atau tugas akhir berupa project), Politeknik Tempo juga menawarkan beasiswa 50% dan 100%, serta memfasilitasi mahasiswa dengan program magang di dalam maupun luar negeri (Jepang, Taiwan, Korea, dan Tiongkok).
Memasuki sesi materi, Siti Nur Azzara, mahasiswa Produksi Media 2024, memberikan pemahaman dasar terkait jurnalistik dan jurnalisme. Ia menekankan bahwa dalam menulis artikel maupun berita—baik hard news maupun soft news—bahasa yang digunakan harus ringkas, padat dan to the point. Penulisan berita yang ideal juga harus mematuhi kode etik jurnalistik. “Biasakan menulis berita menggunakan struktur piramida terbalik, yang mengandung 5W+1H: What, Who, When, Where, Why dan How,” kata Zara.
Pada sesi penutup, Rachma kembali menanamkan pentingnya literasi digital dalam mengonsumsi berita. Ia mengingatkan siswa untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial, kecuali dari akun resmi dari suatu media massa. Dosen praktisi tersebut juga menekankan pentingnya cover both side dalam penulisan berita dengan mengambil pendapat atau sudut pandang dari pihak yang berseberangan untuk menjaga kenetralan berita. Tak lupa Rachma juga mengajarkan Prebunking (edukasi pencegahan agar tidak tertipu hoaks) dan Debunking (tindakan membongkar dan memaparkan sebuah hoaks).
Para siswa dan guru SMAN 12 Jakarta menyampaikan bahwa ia berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat semakin memperdalam ilmu jurnalistik langsung dari industri profesional, setelah itu kegiatan ditutup dengan foto bersama. Melalui kegiatan ini, Politeknik Tempo dan SMAN 12 Jakarta berharap dapat terus menjalin hubungan baik dan mendukung kegiatan jurnalisme berkelanjutan antara kedua belah pihak.
Thoriq Aliefi Nugroho
